Skip to main content

Virtual Tour, Apa Itu?

 Pandemi covid 19 memunculkan gaya berwisata baru yang disebut virtual tour. Akibat pandemi yang bertahan selama hampir setahun, orang tidak lagi secara fisik bisa berwisata. Padahal berwisata adalah kegiatan yang mengharuskan orang-orang dengan tubuh dan jiwanya pergi ke suatu tempat; lalu menikmati suguhan alam lewat panca indera. Sekarang, berwisata dengan sifal total seperti itu tak lagi bisa menjamin kesenangan. Malah akan membawa petaka.

Pengalaman memandu Virtual Tour dari Labuan Bajo untuk Asian Development Bank.

Namun demikian, teknologi menyediakan sebuah sistem yang memungkinkan orang berwisata dari rumah. Melalui rekayasa visual, seseorang bisa 'berjalan-jalan' ke sebuah tempat wisata. Jarak tidak lagi menghalangi orang untuk terhubung dengan sebuah objek wisata. Itulah yang disebut virtual tour.

Virtual tour mengandalkan narasi (cerita), foto, dan video. Ketiga elemen ini dipadukan dan berupaya menghadirkan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Tour guide memandu wisatawan lewat suguhan cerita. Elemen cerita ini sangat penting sebab memegang peranan penting untuk menciptakan mind theatre di kepala wisatawan virtual. Sedangkan foto dan video berperan sebagai pelengkap agar narasi pemandu wisata mendapatkan kesan visual bagi wisatawan. 

Tantangan terbesar untuk keberhasilan dari virtual tour adalah kestabilan koneksi internet. Jika internet terkoneksi secara stabil, tour virtual tentu tidak akan memiliki kendala dan mendatangkan pengalaman yang mengasyikkan. Jika sebaliknya yang terjadi, tour virtual akan menyisakan pengalaman yang terfragmentasi dan serba tidak lengkap. Level nikmatnya akan merosot sampai ke dasar rasa kecewa.

Virtual tour tentu tidak bisa menggantikan pengalaman berwisata yang sesungguhnya. Sebab ia tidak melibatkan ke lima indera para wisatawan. Tour ini boleh dikatakan hanya dijadikan pengantar untuk berwisata yang sesungguhnya. 

Tour yang sesungguhnya akan mampu secara ajaib menyembuhkan jiwa dan raga. Virtual tour? Belum tentu.  

Setelah pandemi berlalu, semua orang dari seluruh dunia bisa berwisata kembali dengan bebas. Ada banyak nilai dan pelajaran saat berwisata. Salah satunya adalah bertemu dan mengenal lebih dekat kehidupan orang lain di bagian kehidupan yang lain. Virtual tour tidak bisa menghadirkan itu.*


#virtualtour #labuanbajo #komodo

Comments

Popular posts from this blog

Memburu Madus di Borong

                                         Sebuah cerita pendek Setiap bulan saya memiliki agenda untuk bertemu dengan tokoh-tokoh besar. Bulan-bulan sebelumnya saya berhasil menggali pengalaman dan ide-ide dari tokoh-tokoh 'panutan' yang ada di wilayah kami. Atas saran teman-teman mahasiswa, bulan Juli ini saya ingin bertemu dengan Madus, sang tokoh kontroversial. Di mata kami sebagai mahasiswa pejuang, Madus ini berpeluang menjadi pemimpin besar. Karakter 'buasnya' seakan mampu memuluskan dirinya untuk menggapai pucuk pimpinan. Apalagi pucuk pimpinan lembaga wakil rakyat yang sekarang sering makan gelap proyek-proyek pembangunan. Madus mungkin bisa dipercaya untuk memberantas mafia proyek di lembaga ini. Mungkin.  *** Matahari di langit kota Labuan Bajo amat panas. Saya melihat arloji dan angka jam menunjukkan pukul 12:30. Saya menyetop travel di pertigaan pasar baru. "Ke Borong...

Labuan Bajo in Frames: A Recent Quick Report in the Town Center

Today we have just riding around Labuan Bajo town center. Since two weeks ago there was no rain, thus it feels now hotter than before.  Though, people still in their work under the sun, seems enjoying their daily activity all time. Proud of them! This year, dry season longer than last year. By this month last year, it was the beginning of rainy season. This might be affected by the climate changes which caused by the land fire and forest fire and other natural disasters. Here is some frames which we took from some corners of Labuan Bajo town: The view from Puncak Waringin ( www.komodooneclick.com ) We took this picture from Puncak Waringin around 11:30 am. You can see the boats anchored near the pier.  As we always mentioned in previous articles, Puncak Waringin is one of the best place to see the town center. During sunset time, Puncak Waringin filled by visitors who want to take picture or just have some beer with friends and family. Kampung Ujung Culinary Ce...

Tentang Menulis; Kerja Sama Otak dan Tangan

Perihal menulis bagi A. S. Laksana adalah kecakapan mendekatkan tangan ke otak. Segala yang diproses dalam otak manusia membutuhkan tangan untuk dikerjakan dan dikembangkan.  Di antara anggota tubuh yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala. Otak yang merancang, tangan yang mengerjakan.  Saya menemukan metode menulis ini dari buku A.S.Laksana yang berjudul Creative Writing. Buku dengan warna sampul dominan kuning ini menjadi sumber bacaan saya untuk pekan ini. Berisi 25 artikel yang semuanya berkaitan dengan menulis sebagai kegiatan kreatif yang bisa dilakukan oleh semua orang. Mengembangkan kemampuan menulis tentu membutuhkan strategi dan persiapan. Tatkala sebuah ide muncul di kepala, si empunya ide harus menyiapkan siasat agar ide itu tidak hilang dan larut begitu saja.  Misalnya ia mencatatnya, menggalinya lebih jauh, serta mencari pendukung-pendukung untuk membuat ide itu kuat sebagai sebuah tulisan. Ide tuli...